Selamat datang balik  kerabat perkerisan, kepada kesempatan yg kemudian aku pernah menulis wacana kekuatan pikiran. Untuk lebih jelasnya wacana mengoptimalkan kekuatan pikiran baca di sini. Sebagai penyeimbang kepada kesempatan kali ini aku akan bagikan cara menajamkan Inti Kekuatan Batin. Tapi sebelumnya aku akan jelaskan secara singkat wacana Inti Kekuatan Batin itu sendiri. Pada dasarnya semua nir jauh-jauh dari Energi.

Seperti yg kita ketahui, Tuhan ialah asal dari semua energi. Inti kekuatan batin yg pertama ialah Pemberian Tuhan. Dialah sumber dari segala sumber energi, tenaga, serta kekuatan. Sumber energi serta kekuatan yg lain itu hakekatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pengasih serta Penyang. Dia ialah sumber dari semua sumber apapun di alam semesta. Dibutuhkan keyakinan yg mendalam buat mengakui bahwa Tuhan ialah satu-satunya sumber kekuatan ini. Dari mana asal keyakinan? Asalnya permanen yaitu dari Pemberian Tuhan. Maka, jikalau kerabat perkerisan telah memiliki keyakinan maka itu artinya Tuhan telah membagikan pemberian  kekuatan batin yg perlu dirawat, dijaga serta ditingkatkan.

Seperti lazimnya pengharapan apapun di global ini. Langkah pertama bila kita ingin memiliki batin yg sangat kuat, nir terdapat pilihan lain selain kepada sumbernya, yakni Tuhan serta tentunya memakai sungguh-sungguh.

Selanjutnya, inti kekuatan batin yg kedua ialah kepasrahan total kepada kehendak-Nya. Apabila kita terus menerus berkomunikasi memakai Tuhan, maka kita akan mendapatkan memakai senang hati serta lapang dada semua pemberian-Nya. Apakahn itu sebentuk senang, susah, bahagia, duka kita bisa terima memakai kepasrahan. Kepasrahan ialah urusan ekonomi aktif mental serta batin kita buat mengakui Kemahakuasaan Tuhan. Pendek istilah, langkah kedua bila ingin memiliki batin yg sangat kuat maka pasrah saja kepada Tuhan memakai sungguh-sungguh pasrah. Sumeleh.

Inti kekuatan batin ketiga ialah visualisasi. Visualisasi hakikatnya ialah melanjutkan urusan ekonomi aktif batin memakai cara membayangkan sesuatu yg belum terdapat sebagai terdapat serta hadir konkret berada di depan kita. Visualisasi ialah kekuatan pikiran kita buat merancang sebuah karya memakai-sama Sang Maha Insinyur yaitu Tuhan. Kita memakai-sama memakai Tuhan seakan menggambar obyek-obyek sesuai atas apa yg telah kita lihat serta sesuai atas apa yg kita alami sehari-hari.

Visualisasi membagikan efek sangat kuat terhadap kegagalan serta keberhasilan urusan ekonomi meraih keinginan. Ketika otak kita membangun bayangan wacana sesuatu yg ingin dicapai, maka kita sesungguhnya tengah membangun sebuah gedung di alam kenyataan. Harap diketahui bahwa otak kita sesungguhnya ialah insinyur batiniah yg akan mewujudkannya dalam realitas. Jaringan sel dalam otak ini akan mampu mendorong kita buat maupun meraih kesempurnaan kenyataan.

Tidak jauh beda memakai cara visualisasi buat mengoptimalkan kekuatan pikiran. Pertama ialah, memperjelas keinginan atau tujuan yg ingin dicapai. Keinginan yg ingin kita raih harus bersifat khusus. Misalnya, kita membayangkan ingin memiliki isteri manis. Kemudian mulailah melakukan visualisasi kepada ketika kerabat perkerisan sedang kalem.

Kenapa harus kalem? Karena di ketika kalem serta rileks, gelombang otak kita memasuki stage alfa teta. Ini akan menciptakan otak kita lebih gampang buat menggambar kenyataan. Kedua fokus kepada tujuan sedetail mungkin. Bayangkan rona, detail, bentuk, dimana, kapan, bayangkan pula suasana serta situasi ketika kerabat perkerisan memiliki isteri manis. Dan yg terakhir, libatkan emosi kita sekuat-kuatnya. Bagaimana cita rasanya mampu mendapatkan isteri manis memakai mutlak? Bagaimana cita rasanya bisa benar-benar memiliki isteri yg manis. Menyertakan perasaan serta emosi akan memperkuat system cara kerja yg sistematis dalam otak yg merupakan desain kenyataan. Selanjutnya lakukan visualisasi berulang-ulang.

Inti kekuatan batin selanjutnya ialah doa. Doa ialah ialah kalimat afirmasi/penegasan yg diulang-ulang serta nyaris terus-menerus. Hakekat doa ialah sebuah kesaksian kita di depan Sang Hakim, yaitu Tuhan. Kata-istilah afirmasi yg membentuk kalimat khusus yg akan memunculkan energi mistik yg luar biasa dahsyat. Kata akan sebagai mantra yg mampu menghimpun semua daya yg terdapat di alam semesta buat menyatu serta mengarah kepada obyek doa. Mantra itu ibarat sinar laser yg terkumpul dari jutaan, milyaran bahkan trilyunan energi sebagai satu garis energi yg mampu menembus baja tebal.

Doa yg hakekatnya merupakan energi spiritual kemudian akan memunculkan energi fisik yg luar biasa. Energi itu berwujud serta berbentuk macam-macam. Di Jawa, kita mengenal majemuk bentuk energi yg bisa dikenali dari warnanya. Energi yg terdapat di alam berasal dari semua elemen pembentuknya, contohnya dari Cahaya, Api, Air, Angin, Tanah serta seterusnya. Tuhan maupun membentuk semua yg terdapat di alam semesta ini dari elemen-elemen tersebut. Manusia diciptakan dari tanah, malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari barah, begitu pula memakai hewan di hutan serta tumbuhan serta segala sesuatu yg terdapat di bumi ini diciptakan Tuhan dari unsur-unsur di dalam bumi sendiri.

Doa yg kita panjatkan akan memproses delapan zat yg terdapat di alam (permata, emas, perak, timah, tembaga, besi, garam, belerang). Doa yg dipanjatkan buat kemuliaan hidup global akan memproses saripati emas serta tembaga sebagai cahaya mistik yg dinamai Pulung , bercahaya rona biru kehijau- hijauan, turun kepada insan yg berbudi mulia, mempunyai watak welas asih.

Doa yg dipanjatkan buat kemuliaan hidup di akhirat akan memproses saripati saripati perak serta timah, sebagai cahaya mistik yg dinamai Wahyu , bercahaya rona putih kekuningan, turun kepada insan yg berhati higienis, berwatak tanpa pamrih, berbudi kepada sikapnya.

Doa yg dipanjatkan buat mencapai kepemimpinan akan memproses saripati emas, perak serta besi, sebagai cahaya mistik yg dinamai Daru , bercahaya rona kuning besar seukuran butir kelapa, turun kepada insan yg berhati higienis, tabah, tawakal, berjuang demi sesama, serta bersikap adil paramaarta.

Doa yg dipanjatkan buat kehancuran makhluk-Nya akan memproses saripati timah, tembaga serta besi, sebagai cahaya mistik yg dinamai Teluh, bercahaya rona merah keunguan, turun kepada insan yg asusila, jail, ugal ugalan, nir mengerti hakekat benar serta salah.
Doa yg dipanjatkan buat menuruti kesenangan hidup global serta akhirat akan memproses saripati besi, garam serta belerang, sebagai cahaya mistik yg dinamai Guntur , bercahaya rona ungu gelap, turun kepada insan yg hanya menuruti hawa nafsu, angkara murka, serta nir bersyukur.

Bagi para pejalan spiritual, yg perlu diketahui bahwa setiap pengharapan yg terdapat di hati kita merupakan doa. Itu ialah wujud kasih sayang Tuhan Sang Pencipta yg maha mendengarkan setiap keinginan serta hasrat insan. Benar bila dikatakan bahwa insan ialah makhluk yg paling mutlak diantara makhluk lain kreasi-Nya. Sebab dia diberi budi luhur yg lebih mutlak. Oleh sebab itu, insan wajib mengetahui akan hakekat kemanusiaannya sebagai akibatnya dia mengerti akan Sangkan Paraning Dumadi.

Ini ialah kunci terakhir inti kekuatan batin. Kekuatan Batin bisa dicapai memakai poly metode atau cara. Kita mengenal ribuan metode atau cara buat menggali kekuatan batin yg tersembunyi kepada diri insan. Di India, kita mengenal tradisi Yoga. Di Barat kita mengenal tradisi Meditation. Sedangkan di negeri kita sendiri kita mengenal Semedhi, Maladehing, Manekung, Maneges. Di negara-negara arab, kita mengenal tradisi Bertahanut serta seterusnya. Cara boleh tidak sinkron tetapi semuanya bermuara kepada inti yg sama; yaitu bagaimana kita memfokuskan keinginan supaya nyambung serta menyatu memakai iradat-Nya. Sekian dulu yg bisa aku paparkan serta jikalau terdapat poly kekeliruan cara aku menjabarkan mohon maaf sebelumnya. Maturnuwun

Leave a Reply