web analytics
Menelisik Praktik Ilmu Santet - DUNIA KERIS

Dunia Keris Memang, praktek-praktek ilmu hitam masih menjadi kontroversi. Ada yang mempercayainya, muncul pula yang mencibirnya. Namun yang terang, sudah poly korban berjatuhan hasil praktek ilmu ini!
Dalam beberapa postingan di perkerisan ini, sedikit poly aku sudah bagikan tulisan yang khusus membahas satet. Pada dasarnya, teluh, tenung, gendam, santet, dan guna-guna, selalu dikonotasikan sama, yaitu Ilmu Hitam. Ia memiliki kekuatan mencelakai atau membunuh. Hanya saja cara mempraktekkan, media, sarana, dan pengaruhnya bhineka antara satu beserta yang lainnya.

Untuk itu, melalui tulisan ini, aku akan mencoba menyampaikan ilustrasi wacana praktek Ilmu Santet. Bahannya aku sarikan didasarkan  warta yang aku dapatkan berdasarkan praktisi ilmu yang sangat berbahaya ini.

Dalam prakteknya, dukun santet memakai beberapa jenis bahan buat disatukan sebagai media. Kemudian pencampuran berdasarkan poly sekali benda tersebut dirapalkan sebuah mantera pemanggilan jin perewangan. Sang dukun sebelumnya terlebih dahulu akan melakukan puasa selama tiga hari berturut-turut yang dimulai pada hari Selasa dan diakhiri pada hari Jum'at atau kebalikannya. Dengan demikian jin perewangan tersebut akan mampu dia kendalikan.

Dari sumber yang nir bisa aku sebutkan disini, dia seorang dukun santet, mengaku kerap memakai media yang biasanya terdiri berdasarkan telor ayam kampung, jarum, rambut, dan beberapa benda lain yang sekiranya bisa merusak jiwa seseorang. Biasanya ia melakukan ritual ini buat melakukan balas dendam, sesuai beserta bayaran orang yang mengordernya.

Selanjutnya, beserta kontribusi jin perewangannya, uborampe yang menjadi sarana santet akan dipendam di suatu tempat. Misalnya saja di halaman rumah sasarannya, di tempat di pemberi order penyantetan, atau di rumah dukun tersebut. Tetapi pada umumnya, media akan dipendam di tempat yang sekiranya acapkali dilalui sang si calon korban.

Hari yang akan dipilih buat melakukan aksi pengiriman santet biasanya pada hari Selasa atau Jum'at Kliwon dan di atas pukul 11 malam. Mantera akan bekerja terhadap korban yang dituju jikalau media santet tersebut mulai membusuk atau rusak. Permulaan berdasarkan pembusukan madia santet ini sebagai tanda bahwa sasaran (obyek) yang dituju mulai mengalami sakit sesuai yang dibutuhkan sang dukun. Berawal berdasarkan sakit itulah korban akan mengalami kematian. Proses tersebut terus terjadi beserta perlahan, seiring beserta media santet yang semakin busuk, khususnya telor ayam, atau media santet akan rusak sama sekali. Maka dalam keadaan sedemikian korban akan sulit diselamatkan.

Untuk menghindari kematian, seandainya memang santet hanya bertujuan buat menyakiti korbannya, maka si dukun santet bisa memindahkan atau mengalihkan media tersebut ke tempat lain atau membuangnya.

Secara generik, muncul beberapa cara yang acap kali dipraktekkan sang dukun santet dalam melakukan kerjanya. Praktek santet ini tidak selalu menciptakan sasarannya sakit atau menemui kematian, tapi bisa pula bermaksud lain. Inilah uraian selengkapnya mengenai beberapa cara kerja sang dukun santet dalam melancarkan aksinya.

Sebutir telur ayam kampung mentah segar, kemudian ditusuk beserta jarum. Setelah itu telur ayam kampung tersebut dipendam dalam tanah. Waktu peletakkannya sembari membaca mantera Balatara (mantera menciptakan sakit) sebanyak tiga kali, sembari memanggil nama orang yang dituju. Cara ini bertujuan hanya buat menciptakan sasaran yang dituju menjadi sakit saja. Tapi tidak menutup kemungkinan dia akan mengalami kematian, tergantung daya tahan tubuhnya. Bika ingin mengakhiri niat jahatnya, sang dukun santet wajib cepat membuang media tersebut jauh-jauh.

Dengan sebutir bulir gabah (padi), abu, tujuh jarum dan telur ayam kampung. Lalu dimasukkan pada kantong kain merah mungil. Pada ketika memasukkan media tersebut, beserta membaca mantera Linglung (putar giling) sebanyak tiga kali beserta menyebut nama orang yang dituju. Akibatnya, korban dalam waktu tiga hari akan mengalami kegelisahan dan melakukan tindakan yang aneh. Bika hal ini tidak secepatnya distop, maka dia akan mengalami kelumpuhan dan kegilaan. Untuk menghentikan tindak jahatnya, maka si dukun santet wajib mengeluarkan isi kantong dan membuangnya jauh-jauh, sebelum telur dan gabah tersebut menjadi busuk. Karena seandainya isi kantong terlanjur busuk, korban niscaya akan sulit ditolong.

Sebutir telur ayam kampung segar beserta ditusuk tujuh jarum. Lalu dimasukkan ke dalam kantong dan diletakkan pada gabah (bulir padi) yang dicampur beserta abu. Pada ketika memasukkan sembari membaca mantera kematian. Maka sasaran yang dituju akan menderita sakit panas yang sangat tinggi dan tidak lama bisa menemui kematian. Untuk menghentikan aksinya sebelum terlanjur korbannya mati, maka sang dukun santet wajib cepat membuang sarana santetnya ke sungai.

Untuk menciptakan seseorang supaya pindah dan pergi berdasarkan tempat yang dikehendaki, biasanya sang dukun akan memakai media abu, gabah, tujuh jarum kasar, dan tulang binatang Kukang. Lalu seluruh sarana klenik tersebut dimasukkan ke dalam sebuah kantong dan dipendam di lingkungan tempat tinggal orang yang dimaksud. Pada ketika mengubur, pelaku wajib membaca mantera Palungan. Dengan cara ini, sasaran yang dituju akan pindah berdasarkan tempat atau rumah tersebut, karena dia akan merasa panas dan selalu diteror sang hal-hal mistik.

Untuk seorang menjadi gila, biasanya sarana yang dipergunakan berupa rambut berdasarkan orang yang telah meninggal dunia, dicampur beserta tanah kuburan, gabah, dan jarum halus. Semua sarana itu dimasukkan ke dalam sebuah kantong dan dibacakan mantera Panggendengan sembari menyebut nama orang yang dituju. Media santet kemudian digantung di atas tungku. Sasaran dijamin gila.

Untuk menciptakan sakit menahun, media yang dipergunakan biasanya sebutir telur ayam kampung yang diberi tulisan Rajah (mantera) disertakan pula nama korban yang hendak dituju. Setelah itu pelaku mengadakan selamatan pada malam ke tujuh (malam terakhir). Lalu telur yang telah diberi rajah dan nama korban, dilempar ke tanah hingga pecah. Tak begitu lama, orang yang dimaksud akan mengalami sakit parah dalam waktu yang lam hingga menemui kematian.

Santet memakai boneka sebagai medium, biasanya diawali pada hari Jum'at pagi sang dukun menciptakan sebuah boneka berdasarkan bahan tanah liat atau apa saja. Lalu pada siang harinya dia akan menempatkan boneka tersebut pada tanur mungil (tungku) sembari membaca mantera Pengikat Sukma sebanyak 107 kali. Tiap kali mantera dirapal, nama orang yang dituju disebutkan. Setelah itu, boneka tersebut disimpan di dalam kamar. Ritual ini dilakukan sang dukun biasanya buat menciptakan orang yang dituju berada di bawah kekuasaan si produsen tumbal. Pelaku cukup beserta menyuruh boneka orang yang dituju, beserta begitu korban yang dimaksud mampu dikuasai segala pikiran, perasaan, bahkan seluruh kehidupannya.

Tentunya masih poly lagi cara-cara yang bisa dipraktekkan sang pelaku ilmu hitam, yang nir diuraikan satu persatu di sini. Yang terpenting, kita seluruh wajib meyakini, bahwa siapapun orangnya yang bermain-main beserta ilmu setan ini, maka suatu ketika niscaya akan menuai sanksi alam jelek. Bahkan, dikalangan dukun santet muncul semacam adagium yang menyatakan : "Bika diri mereka bisa luput berdasarkan santet, maka anak juga keturunannya bisa dipastikan akan dimakan sang ilmu yang sama." Agaknya, sanksi alam jelek ini dirasakan sang para dukun santet, terutama menjelang masa tua mereka. Karena itu, jangan pernah belajar ilmu sesat ini. Berdoa dan bertakwalah kepada Allah sebagai pelindung dan penjamin keselamatan kita seluruh. Amin ya robbal 'aalamiin…..

Leave a Reply