Dunia Keris Selamat tiba kerabat perkerisan. Tumbak Sewu dalam dunia tosan aji atau dunia per-gaman-an memang tidak terdapat. Tumbak Sewu dalam maksud goresan pena ini merupakan sapu lidi tua, lebih tepatnya sapu gerang dalam bahasanya orang Jawa.

Dalam khasanah budaya Jawa, Tumbak Sewu atau sapu gerang ini mampu dipakai untuk mengusir setan atau jin. Caranya pun terbilang simpel. Cukup sampeyan kibas-kibaskan kepada kawasan yg sampeyan duga terdapat mahkluk halusnya. Maka para lelembut yg terdapat kepada kawasan tersebut akan kalang kabut karena sabetan Tumbak Sewu yg bertuah tersebut.

Tentu saja sampeyan penasaran, mengapa mampu demikian? Apa karena mahkluk halus takut bareng sapu tua bekas yg tak terpakai lagi itu? Jujur saja, sejauh ini aku belum menemukan literasi yg logis. Sama halnya aku belum memahami karena para hantu jua takut kepada bawang putih, merica, garam yg dibakar, kunyit, pohon dadap, lidi aren, tahi besi, telur angsa tembelang, sisik trenggiling, duri landak, taring harimau, & berbagai benda biasa lainnya.

Sama halnya aku jua belum memahami apa sebabnya hantu suka kepada kucing hitam, kadal ekor cabang, ular, kelelawar, buaya, burung hantu, pohon kenanga, pohon kantil, pohon kemboja, darah haid, asap kemenyan, boneka, dll.

Tetapi mengusir setan bukannya tanpa resiko. Bisa saja lelembut tersebut balik menyerang anda suatu ketika. Bisa jadi ketika sampeyan resah atau sakit. Saat-ketika itulah ketika kritis sampeyan, karena ketika itu semangat sampeyana sedang terdapat kepada titik nadir. Sebagian pakar petuah mengatakan bahwa semangat merupakan salah satu menurut tujuh roh yg terdapat kepada setiap insan.

Karena itu, jikalau sampeyan ingin mengusir hantu yg kebetulan sepenghunian atau dalam bahasa lain berbagi kawasan bareng sampeyan, maka tak terdapat jalan lain selain sampeyan terlebih dahulu harus mempersiapkan diri. Dan karena aku seorang muslim, maka cara inilah yaang aku bagikan kepada perkerisan ini:

Mula-mula berwudhu, kemudian sholat taubat 2 rakaat. Kemudian membaca surah fatihah, an nas, al falaq & ayatul kursi. Dilanjutkan bareng membaca : bismillahi amantubillahi tawakkaltu alallah la hawla wala quata ila billahil aliyil azhim; sebanyak 1.000 kali. Lalu bacaan terakhir ini dibaca setiap pagi & petang sebanyak 3-3 kali saja.

Pada hari yg ketiga, maka laksanakanlah eksodus hantu itu bareng menebar irisan bawang putih kepada kawasan yg sampeyana duga terdapat lelembutnya sembari melafazkan suratul kursi. Setelah itu, kibas-kibaskanlah tumbak sewu alisan sapu gerang kepada seputaran kawasan yg ingin sampeyan 'bersihkan'.

Mumpung masih berkaitan bareng sapu lidi, akan namun kali ini merupakan Sodo Lanang. Sodo Lanang merupakan sebuah lidi yg berasal menurut pohon aren yg jatuh ganya sebatang saja. Banyak yg menyakini bahwa lidi tersebut mampu mengusir gangguan makluk halus bareng cara cukup kepada sabetkan kepada benda atau seseorang yg kita curigai mengalami ngangguan makluk halus. Banyak jua kita temui Sodo lanang ini sengaja kepada taruh kepada atas pintu tempat tinggal, pojokan tempat tinggal. Gunanya untuk perlindungan gangguan makluk halus.

Perlu sampeyan ketahui, jangan sekali-kali sampeyan menyabet anak-anak sampeyan sendiri bareng sapu lidi yg contoh ini (sebenarnya gunakan apapun tak boleh), karena konon aura mistik yg terdapat kepada sebuah sapu lidi mampu mengganggu sukmanya. Ini mampu mengakibatkan anak tersebut simpel terserang penyakit/sakit-sakitan ,simpel lupa & mampu lemah ingatanya. Sementara sekian dulu semoga terdapat keuntungannya. Nuwun.

Leave a Reply