KERIS PICHIT / PICIT adalah istilah yang dipakai di daerah Riau Kepulauan dan Daratan, Semenanjung Malaya, Serawak, Sabah serta Brunei Darussalam untuk menyebut keris yang permukaan bilahnya terdapat lekukan-lekukan menyerupai bekas pijatan jari tangan. Di Pulau Jawa dan di Indonesia pada umumnya, keris yang demikian dinamakan keris pejetan atau keris pijitan.

Tentang lekukan pada permukaan bilah yang menyerupai berkas pijitan tangan, sulit dibuktikan secara ilmiah bahwa itu benar-benar dibuat dengan pijitan jari tangan. Ada sebagian pecinta keris yang menduga bahwa bentuk seperti bekas pijitan itu terjadi karena paron, yaitu permukaan landasan penempaan tidak rata Begitu pula, permukaan palu yang dipakai untuk menempa pun tidak rata. Dalam ilmu krisologi, keris Pichit atau Pejetan tergolong keris tayuhan, yakni keris yang dalam pembuatannya lebih mementingkan esoteri (kekuatan gaib) dibandingkan dengan eksoterinya (penampilan luarnya). Itulah sebabnya banyak pecinta keris yang beranggapan bahwa keris pejetan ter-golong keris yang baik. Akibat adanya kepercayan seperti itu, sejak perempat abad ke-20 ini banyak ditemukan keris pejetan atau keris pichit yang dipalsukan orang, yakni keris yang sebenarnya buatan baru.

dunia keris

Cari

  • pamor pejetan (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *