Dunia Keris – Sekedar tulisan ringan saja buat mengisi jeda dari rutinitas. kali ini aku ingin membincang perihal tendensi nyaman ke kiri daripada ke kanan. Satu model, dalam mengendarai kendaraan motor atau kendaraan beroda empat, aku yakin kita semua lebih nyaman belok ke kiri dibandingkan belok kanan, lantas kenapa itu mampu terjadi?
Thawaf adalah bahasa yang terdapat di semesta, bahwa segala sesuatu itu beranjak & berputar pada jalur edarnya. Pada alam makro, bulan berputar mengelilingi bumi, bumi berputar mengelilingi surya. Dan dalam Islam, orang yang beribadah haji pun berputar mengelilingi Kabah.

Pertanyaannya, mengapa bukan Bumi yang mengitari bulan, akan tetapi justru Bulan yang mengitari Bumi? Ya, Bulan beranjak berputar konsisten mengitari bumi karena memang Bumi layak dithawafi atau dijadikan pusat perputaran oleh Bulan. Mengapa layak? Karena memang Bumi lebih akbar dibandingkan Bulan.
Bumi thawaf mengelilingi surya, sebab surya lebih akbar & lebih kuat dibandingkan Bumi. Lantas apa yang mampu kita simpulkan?

Sangat sederhana & jelas, yaitu suatu Zat yang lebih akbar akan di-thawafi oleh Zat yang lebih mungil. Artinya, mampu disimpulkan bahwa, seandainya Zat semakin banyak yang mengitarinya, maka semakin besarlah zat itu.

Dan pusat Thawaf, atau pusat perputaran, yang primer adalah Allah swt. Sebab Allah adalah Maha Besar, Maha Kuat, sumber dari segala grafitasi di Alam Semesta ini.

Lalu, apa yang terjadi seandainya Bulan enggan thawaf mengitari Bumi, & Bumi enggan thawaf mengitari Matahari? Elektron ogah mengitari inti atom? Apa yang terjadi seandainya manusia tidak mau lagi mengitari Baitullah?

Bulan yang enggan thawaf kepada Bumi adalah Bulan yang ingkar, sebagai akibatnya kehidupan Bulan itu dipastikan berantakan. Bumi yang enggan thawaf mengitari Matahari adalah Bumi yang murtad, sebagai akibatnya kehancuran Bumi terealisasi. Elektron yang enggan thawaf mengelilingi inti atom adalah radikal, atau tidak jarang kita sebut Radikal Bebas & bila Radikal Bebas itu masuk kedalam tubuh manusia, merusak kesehatan tubuh manusia.

Dan manusia yang engganthawaf mengelilingi Baitullah, ia manusia sombong & durhaka.

Karena manusia makhluk berakal, selayaknyalah ia mampu thawaf kepada yang Maha Sempurna, Pusat thawaf sejati di alam semesta: Allah swt. Yang enggan thawaf kepada Allah swt, hanya manusia ingkar, sombong, murtad, & radikal.

Lantas relevansinya nyaman kekiri apa? Bulan mengitari Bumi kearah kiri. Bumi berputar mengitari Matahari pun kearah kiri. Kecenderungan elekton atom pun juga demikian, & para sholihin thawaf mengitari Kabah ketika beribadah haji pun ke arah kiri. Ada keselarasan perputaran antar alam Mikro, Makro, & Spiritual.

Kembali berkata, kita pun kalau sedang mengendarai motor ataupun kendaraan beroda empat, mampu dipastikan lebih nyaman ketika belok ke kiri dibandingkan belok kanan. Al-Quran pun ditulis dari kanan ke kiri.

Dalam anatomi tubuh manusia, jantung kita pun terdapat di sebelah kiri. Selain itu, dalam lintasan atletik di stadion pun berlarinya ke arah kiri. Katanya para ahli berlari kearah kiri lebih bagus & menyehatkan ketimbang kearah kanan yang menyebabkan pusing. Selaras..?

Bagi kerabat perkerisan yang suka begadang ketika membentuk kopi, kopi susu, teh & sebagainya, sebaiknya mengaduk seduhan itu berdasarkan arah thawaf alam semesta. Ada satu cerita menarik ketika aku membeli madu di tukang jamu pun, penjual jamu tadi menyarankan kepada aku, bahwa Madu tidak baik diminum pribadi, melainkan harus dicampur beserta air, lalu diaduk beserta sendok kayu atau plastik, kemudian cara mengaduknya berputar ke arah kiri, berdasarkan arah thawaf alam semesta. Itu sebabnya pula, tidak baik tidak jarang melihat jam dinding, sebab jam dinding berputar ke arah kanan, mampu menyebabkan pusing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *