Dunia Keris Selamat tiba kerabat perkerisan. Pada judul di atas pada dasarnya memang kurang familiar di alat dendar kita. Cipto atau cipta ini bermakna pangareping rasa. Sedangkan tunggal artinya satu, dalam hal ini dimaksudkan untuk difokuskan ke satu obyek. Sederhananya, Ajaran Cipto Tunggal bisa diartikan menjadi konsentrasi cipta.

Bagi kisanak yg tertarik mempraktekkannya ini dia aku bagikan caranya, lantaran ajaran ini sangat bermanfaat baik untuk tubuh secara fisik juga spiritual. Baik, namun sebelumnya aku akan ulas atau bisa dikatakan pengantar pengertian secara umum Ajaran Cipto Tunggal itu sendiri.

Cipta, karsa (kehendak) & pakarti (tindakan) selalu aktif selama kita masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik juga non fisik, pakarti non fisik contohnya seseorang bisa membantu memecahkan atau merampungkan masalah orang lain bersama memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yg timbul dari dalam. Dalam hal ini sangat diharapkan kita hanya menghasilkan cipta yg baik sehingga mempunyai karsa & pakarti/tumindak yg baik jua, yg pada akhirnya akan bermanfaat untuk diri sendiri atau syukur-syukur pada orang lain.

Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, kunci utamanya adalah kisanak harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, kisanak bisa makarti bersama baik jikalau kehendak dari jiwa & panca alat serasi lahir & batin. Hal yg perlu diingat bahwa jiwa & raga selalu ditentukan oleh kekuatan barah, angin, tanah & air.

Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa kisanak bisa dilakukan mirip yg aku contohkan di bawah ini :

Minumlah segelas air dingin di pagi hari, siang & malam sebelum tidur, air segar ini indah untuk syarat & bagian-bagian tubuh yg lain yg telah melaksanakan makarti.
Aika kebetulan kisanak merokok, semetara kurang-kurangi dulu, jangan merokok terlalu poly.
Konsumsilah lebih poly sayur-sayuran & buah-buahan & sedikit daging, perlu diketahui daging yg berasal dari hewan yg disembilih & memasuki raga bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian (nir makan daging) adalah langkah pilihan yg baik.
Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, nrima & eling. Janganlah terlalu poly bersenggama, seminggu sekali atau dua kali telah relatif.

Berlatihlah agar cipta menjadi lebih bertenaga, pusatkan cipta kontrol panca alat. Tenangkan badan (heneng) bersama cipta yg jernih & tentram (hening). Jila cipta bisa dipusatkan & difokuskan kearah satu target itu indah, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa digunakan untuk mengatur satu kehendak.

Kemudian, buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding (.) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa ketika, konsentrasikan cipta, kontrol panca alat, cipta & pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yg lain, jeda mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar bersama mata, lakukan itu bersama kalem.

Selanjunya, lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas bersama hening dalam posisi yg paling nyaman berdasarkan kisanak. Barengi cara-cara diatas bersama olah raga ringan (senam) secara teratur agar badan permanen sehat, sehingga dapat mendukung latihan olah nafas & konsentrasi.

Hiruplah ke dalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan menjadi berikut :

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
10 detik 10 detik 10 detik 30 detik
Minggu I : 3 kali

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
15 detik 10 detik 15 detik 40 detik
Minggu II : 3 kali

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
20 detik 10 detik 20 detik 50 detik
Minggu III : 3 kali

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
26 detik 08 detik 26 detik 60 detik
Minggu IV : 3 kali

Untuk memperkuat otak tariklah nafas bersama lobang hidung sebelah kiri bersama cara menutup hidung sebelah kanan bersama jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, bersama menutup lobang hidung sebelah kiri bersama jari.

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
4 detik 8 detik 4 detik 16 detik
Minggu I : 7 kali

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
10 detik 7 detik 10 detik 27 detik
Minggu II : 7 kali

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
10 detik 10 detik 10 detik 30 detik
Minggu III & IV : 7 kali

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah
20 detik 20 detik 20 detik 60 detik
Minggu V : 7 kali

Karsa akan terpenuhi jikalau cara-cara diatas kisanak lakukan bersama benar, praktekkan samadi pada ketika malam hari, paling indah tengah malam ditempat atau kamar yg bersih. Kontrol panca alat, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila bersama rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, & keluarkan nafas bersama hening & kalem, konsentrasikan cipta lalu dengarkan bunyi nafas.

Cobalah lakukan menjadi berikut :

Lupakan segalanya selama dua belas detik.
Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yg agung selama seratus empat puluh detik.
Jernihkan pikiran & rasa selama satu, dua atau tiga jam (semampunya).

Tujuh macam Tapa Raga, yg perlu kisanak lakukan :

Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih.
Tapa indera pendengaran, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek.
Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain
Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain
Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan simpel memukul orang
Tapa alat seksual, mengurangi bercinta & jangan berzinah
Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan menciptakan kesalahan

Tujuh macam Tapa Jiwa yg perlu kisanak lakukan :
Tapa raga, rendah hati melaksanakan hanya hal yg baik.
Tapa hati, bersyukur nir mencurigai orang lain melakukan hal yg dursila.
Tapa nafsu, nir iri kepada sukses orang lain, nir mengeluh & sabar pada ketika menderita
Tapa jiwa, setia nir bohong, nir mencampuri urusan orang.
Tapa rasa, hening & bertenaga dalam panalongso.
Tapa cahaya, bersifat luhur berpikiran jernih.
Tapa hidup, waspada & eling.

Dengan Ajaran Cipto Tunggal ini kita bisa mengerti bersama pasti untuk apa kita diciptkan & selanjutnya apakah tujuan hidup kita terlahir di dunia ini. Kita akan mengerti atas kenyataan hidup & eksistensi seluruh mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning Dumadi, kontak serasi antara kawula & Gusti layaknya mirip manisnya madu & madunya, nir terpisahkan. Sekian dulu semoga bermanfaat. Nuwun.

Leave a Reply